Translate

Jumat, 06 September 2013

Sajadah Kepala

Hiii...beberapa waktu lalu saya pernah posting sajadah berukuran kecil untuk goodie bag ulang tahun Tsabita. Kali ini, Andini temen saya minta dibuatkan sajadah kecil berukuran 50x50 dan bisa dijadikan tas untuk mukena parasutnya. Warna pilihannya adalah kuning dan ungu. Lagi-lagi desainnya terserah saya...yang penting ada aplikasi mesjid...:D Sajadah ini saya quilt meski tidak penuh...jadinya apik lho..hehe

Ini dia sajadahnya..








Kamu tertarik....jangan ragu kontak saya di 081315788787..okey..:)

Ayu

Senin, 26 Agustus 2013

Mesjid di atas bukit..

Lagi banyak yang pengen dibikinin sajadah aplikasi nih. Kali ini ada sajadah anak pesesan temen saya, Andini. Rencananya sajadah ini buat satu dari dua orang putrinya yang manis-manis, karena udah ada satu sajadah aplikasi plus mukenanya yang dibeli di Thamcit...:D Sajadahnya juga bisa jadi tas mukena lhoo..

Begini jadinya sajadah bertema "Mesjid di atas bukit"...jiaaah...pake tema segala yak.. haha..itu perlu...sebelum mau bikin sesuatu, baik itu tulisan bahkan craft sekalipun pasti kita mikirin temanya dulu kan..trus digambar deh desainnya. Hmmm...atau sebaliknya..corat-coret dulu baru diberi judul..hehe.



Ada yang berminat...hubungin saya aja ya...tengkyuu...

Ayu

Rabu, 21 Agustus 2013

Sajadah Aqsha (again..:D)

Mungkin udah bosen sama sajadah lamanya, Aqsha minta dibikinin sajadah baru lagi. Itung-itung hadiah naik kelas n keistiqomahannya untuk selalu sholat lima waktu. Idenya sederhana aja..ada aplikasi gambar mesjid n pastinya harus ada aplikasi gambar mobil yang tidak boleh ketinggalan :D

Silahkan menikmati...


jepretanya kurang maksimal nih..hehe
Yang ini warnanya lebih jelas...

Minggu, 18 Agustus 2013

Selamat Idul Fitri..

Saya mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Batin". Semoga ibadah kita selama bulan Ramadhan diberi pahala yang terindah dari Allah SWT...aamiin. Jangan lupa selalu istiqomah ya...

Rabu, 31 Juli 2013

Yo-yo Flower Cushion 2

Halo...ada bantal aplikasi dengan yo-yo flower lagi nih. Masih pesenan temen saya di Bengkalis, Riau.. :P Bantal ini berikuran gede...yg buat leyeh-leyeh gitu..hehe. Ukurannya 75x75 cm. Warna kain yang jadi background adalah broken white dan bunga-bungaannya dari kain-kain katun bercorak yang ada warna merahnya...:D Bagian belakang bantal ini full dengan warna merah..kain bercorak strip dan polkadot kecil. Silahkan menikmati foto-fotonya ya...




Pengen punya juga?? Kontak saya di 081315788787.....hepi neis dey...muacchh

Ayu

Jumat, 26 Juli 2013

Yo-yo Flower Cushion 1

Temen kuliah saya yang nun jauh di Bengkalis, Riau, pengen banget punya bantal buat kursi tamunya. Warna yang diinginkan bernuansa merah sesuai dengan warna kursi di ruang tamunya. Berhubung saya cuma punya kain warna merah motif bunga dan polkadot kecil, saya pun hunting kain ke Pasar Cipadu...alhamdulillah dapat warna merah motif strip yang cantik banget..kainnya juga rada tebel. Selain itu saya juga beli kain warna kuning kunyit motif strip juga. Desain ini saya lihat dari Bukunya Mba Sari "AmmiAbi", cuma diganti dari aplikasi daun menjadi bunga dari yo-yo. Pinggiran bantal menggunakan piping.



Awalnya bantal ini mau saya paketin, tapi berhubung saya ada tugas ke Bengkalis, jadinya langsung dibawa aja deh...:)

Salam
Ayu

Kamis, 25 Juli 2013

Timor Leste...selayang pandang :)

Dalam bayangan saya, Pulau Timor dan Pulau Flores identik dengan kering kerontang, kamu juga pasti gitu kan? Itu juga yang masih saya bayangkan saat saya berangkat ke Pulau Timor bulan Maret lalu bersama teman-teman dalam rangka  jalan-jalan sambil kerja (lagi dan lagi..hehe). Tapi bayangan itu pupus saat mendarat di Bandara El-Tari Kupang...waahh ternyata hijau. Bos saya yang kebetulan asli Flores berkomentar "Biasanya kering kerontang lho.."

Tujuan kami kali ini bukan ke Kupang, tapi ke kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara. Perjalanan yang kami tempuh cukup jauh sekitar 5-6 jam. Sebelum sampai ke Atambua (ibukota Kabupaten Belu), kami harus melewati  Soe dan kefamenanu. Selain jauh, jalan yang dilewati pun berkelok-kelok. Alhamdulillah meski berkelok-kelok, jalannya mulus banget. Katanya sejak kedatangan SBY kesana. Jadi sebelum SBY datang ada perbaikan jalan dulu..haha. Kesimpulannya SBY mblusukan ke penjuru nusantara ya...supaya jalan-jalan di daerah mulus, halus, dan lembut...kekeke.

Yang bikin saya senang dan menikmati perjalanannya bukan jalan mulus itu, tapi pemandangannya sodara-sodara...indaaahhh banget. Dimana-mana hijau. Dari ketinggian kita bisa melihat bukit-bukit hijau. Dan saya...orang yang selalu memperhatikan vegetasi dimanapun saya pergi, di sepanjang jalan banyak pohon Asam Jawa..wkwkw..(ga penting kali ditulis disini). Ada juga pohon yang kayunya berwarna putih keperakan, katanya pohon kayu putih, tapi bukan pohon kayu putih yang menjadi bahan baku minyak kayu putih lhoo. Di suatu tempat malah banyak pohon Alpukat. Di tepi jalan banyak dijumpai penduduk yang menjual Alpukat. Alpukatnya gede-gede pula...wuuaahh langsung ngiler saya. Jualannya bukan per kilo ya, tapi per ember. Satu embernya 20 ribu rupiah. Kalo dikiloin kira-kira nyampe tuh 4-5 kilo. Kelak saya membelinya ketika perjalanan pulang. Bukan beli satu ember dong..ga kuat, jadi bagi dua sama temen saya :)

Setelah 6 jam perjalanan, rombongan kami sampai di Kota Atambua. Malem sih nyampenya jadi ga sempet keliling-keliling kota :D


Seperti biasa, kalo berkesempatan jalan-jalan sambil kerja, kami harus kerja dulu baru jalan-jalan :D Alhamdulillah setelah kerjaan usai, segera saja kami cabut dari hotel dan jalan-jalan. Bukan keliling Atambua, tapi langsung menuju perbatasan Timor Leste. Hmm...sama seperti perjalanan dari Kupang ke Atambua, pemandangan menuju perbatasan Timor Leste malah lebih indah lagii.... >_< Dari ketinggian terlihat bukit-bukit hijau dan dibalik bukit-bukit itu terlihat lautan biru mempesona. Subhanallah...bener-bener maha karya Sang Maha Agung.

Oya, sepanjang jalan...kita banyak ketemu (maaf) Babi yang berkeliaran bebas seperti hewan peliharaan lainnya. Karena sebagian dari kami beragama muslim, pemandangan itu tentunya cukup menakjubkan :D Lucunya ketika kami sampai di Posko perbatasan Indonesia-Timor Leste, Driver mobil sewaan kami sempat terbirit-birit begitu membuka pintu mobil...ternyata ia disambut oleh Babi kecil (sebesar kucing) :D Sekitar 5 meter dari tempat memarkir mobil, seekor induk Babi juga sedang asyik sendirian mencari makan. Bayangin..sempat kuatir juga, gimana kalo keluar mobil trus diseruduk...wkwkkw

Tapi rasa penasaran lebih besar dari kekuatiran diseruduk Babi. Kami pun turun mobil dan menjumpai tentara-tentara yang sedang berjaga-jaga di sana. Katanya sih boleh aja ke perbatasan tapi harus dikawal sama tentara juga. Mungkin karena sama-sama dari pemerintahan dan salah satu dari rombongan kami adalah anggota DPR RI, jadilah kami didampingi komandan para tentara itu. Oya..mau tau gimana keadaan pos perbatasan milik RI di sana..duuhhh...sederhana sekali. Bangunannya persis rumah petak empat. Masing-masing buat TNI, Bea Cukai, Pos Karantina, dan satu lagi buat apa ya..saya lupa. Malu ngeliatnya euy...apalagi setelah saya melayangkan pandangan ke pos perbatasan milik Timor Leste yang dari jauh aja keliatan megah. Info dari pak Komandan, bangunan pos perbatasan milik Timor Leste dan jalan-jalan beraspal di sekitarnya adalah bantuan dari negara-negara asing.

Jangan sangka meski didampingi komandan pasukan dan anggota DPR, kami ga jaga image sama sekali. Temen saya malah iseng lari bolak-balik di tugu perbatasan...serasa keluar negeri berkali-kali..:D Sepi sih pos perbatasan milik Timor Leste, malah saya ga melihat ada tentara sama sekali. Yang ada malah beberapa pemuda yang ngumpul-ngumpul di luar pos tersebut. Beberapa motor dan mobil berseliweran antara wilayah RI dan Timor Leste. Uniknya, sebagian kendaraan bermotor tersebuit ga ada plat nomor kendaraan. Katanya sih, kalo masyarakat sana ya biasa-biasa aja, ga menganggap mereka udah dibatasi. Oya, pos perbatasan itu juga deket laut lho...lautnya tenang dan biru banget. Cuma terlihat satu dua nelayan yang beraktivitas dengan sampannya.

Puas melihat perbatasan, kami lanjutkan lagi perjalanan ke kota kedua, yaitu Kefamenanu (ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara). Lagi-lagi kami melewati pemandangan yang sama. Sayangnya kami tak sempat singgah ke Kolam Susu karena harus berlawanan arah. Tau kan Kolam Susu, nama itu populer berkat lagunya Koes Plus pada era 70-an. Kata Bos saya, sebenarnya namanya adalah "Kolam Susuk" yang artinya sarang nyamuk. Kolam yang banyak berisi ikan bandeng itu, kalo dari atas bukit keliatan putih seperti susu...:)

Pada hari kedua, ketika melangsungkan acara di aula Pemda Kabupaten Timor Tengah Utara, saya dapat pengetahuan baru dari teman-teman pemerintah daerah di sana. Ketika saya memuji keindahan alam di Pulau Timor mereka langsung senyum-senyum. Katanya saya beruntung karena datang ketika musim hujan yang cuma berlangsung empat bulan, jadi pemandangan jadi indah banget. Kalo saya datang ketika musim kemarau yag berlangsung delapan bulan...wahhh...niscaya cuma tanaman kering yang bisa disaksikan. Woww...saya langsung bergidik..delapan bulan!! Rasanya ga mau percaya, kasian ya penduduk pulau ini. Satu lagi yang diluar prediksi saya, ternyata orang-orang Timor tuh santun-santun banget. Dari sekian saya mengunjungi daerah-daerah, mereka lah yang paling santun dan murah senyum...hmm...sekali lagi pengalaman mengajarkan saya.."Don't judge a book from its cover".

Perjalanan ke Pulau Timor mengesankan bagi saya :) Selain ketemu dengan orang-orang yang ramah, alam yang indah, mampir sebentar ke luar negeri >_< .....perjalanan di udara pulang pergi juga menyenangkan..langit tanpa awan dan tanpa turbulensi...dua hal yang sangat saya idamkan saat melakukan perjalanan udara.

Ini sebagian foto-fotonya...:)

Jalan mulus nan berkelok-kelok

Laut Timor nan sepi
Yang atap hijau itu adalah pos perbatasan milik RI >_<
Pos perbatasan milik Timor Leste
Gerbang menuju perbatasan
Sampai jumpa lagii...

Ayu