Alhamdulillah..insyaallah bertemu lagi dengan ramadhan. Bulan yang selalu dinantikan oleh seluruh muslim di dunia, termasuk saya tentunya. Tapi kali ini saya ga akan bercerita apa-apa yang bikin saya senang dengan adanya Ramadhan ini. Udah pasti semua sama kan..hehe. Saya mau cerita sesuatu yang selalu meresahkan saya sepanjang Ramadhan...apa itu yaaa...
Gini nih, Alhamdulillah..saya dan suami selalu berusaha sholat tarawih di mesjid, sekaligus mengajarkan anak-anak juga. Selain menambah jumlah pahala, setidaknya bisa mendengar ceramah, menambah kenalan jugaa...(oooo...ternyata :D). Tapi di mesjid inilah yang membuat saya selalu galau. Ape pasal cik?? :D Penyebabnya adalah.....sebenarnya hal yang klise..itu tuhhh...sholat berjama'ah di mesjid selalu saja dari tahun ke tahun ga pernah yang namanya shaf (jarak antar jamaah ketika sholat) sempurna. Saya cuma mau cerita di shaf ibu-ibu nih. Selalu saja ada ruang antar jama'ah. Saya pikir-pikir, penyebabnya adalah masing-masing individu lebih senang sholat di sajadah masing-masing. Selalu enggan merapatkan badan ke sebelahnya. Belum lagi yang menggunakan sajadah yang berukuran besar, padahal badannya kecil...duuuhhh...sedih kan. Seringkali saya meminta ibu-ibu di sebelah saya untuk bergeser, ada sih yang mau, tapi ada juga yang ga bergeming....tambah sedih saya. Yang saya bayangkan...gimana nih jadinya sholat berjama'ah tapi banyak bolong-bolongnya. Kesedihan saya makin memuncak ketika banyaknya anak-anak (ABG lhoo..) yang kemudian tidak melanjutkan sholatnya tapi masih berada dalam shaf. Saya sendiri selalu mencari tempat paling pinggir, supaya anak saya tidak mengganggu shaf.
Sebenarnya siapa sih yang paling bertanggungjawab dengan hal ini? Di mesjid saya, saya belum pernah dengar ustadz berceramah mengenai keutamaan menjaga kerapatan shaf. Mungkin dianggap semua orang udah tau atau menganggap masih banyak hal lain yang lebih penting. Pernah sih saya usul ke suami..mbok ya ngomong ke pengurus mesjid supaya ada ceramah mengenai shaf.
Tapi sekali lagi, bukan hanya tanggungjawab ulama kok..kita sendiri juga harus mengupdate diri dengan pengetahuan. Ga ada gunanya kan beribadah tanpa ada ilmu. Meski itu hal yang sepele. Bayangkan...sholat aja belum tentu bisa khusuk..belum tentu bacaannya baik....bener ga sih?
Hmm....gitu deh cerita mengenai kegalauan saya. Kalo mau tau mengenai keutamaan merapatkan shaf bisa cari-cari di blog yang lebih kompeten ya..hehe. Mari berjanji Ramadhan ini kita rapatkan shaf kita dan mengajak jama'ah lainnya juga. Bener ya....karena insyaallah itu akan menjadi lebih baik bagi kita, pasti ada hikmah dari setiap perintah Allah dan Rasul-Nya.
Wassalam
Ayu
Translate
Senin, 08 Juli 2013
Sajadah Layya dan Najja
Ada sajadah lhoo...lucu dan unik. Bisa dijadikan tas buat mukena. Ini pesanan temen saya, Atika, buat ponakan-ponakannya yang cinta warna pink...:D Lagi-lagi pink yaa..hehe. Idenya sih sederhana saja, ada mesjid berwana pink tua di tengah sajadah dan bunga-bungaan dari yo-yo. Di bagian belakang sajadah ada aplikasi berupa nama masing-masinganak yang diletakkan pada sisi tertentu sehingga apabila dilipat, aplikasi nama itu akan menjadi tampak muka tas sajadah....gitu deh :D Maaf saya lupa mengambil gambar cara melipat sajadahnya, dikira-kira sendiri aja ya..kekekek..
Semoga Layya dan Najja makin rajin sholat yaa...aamiiiin..
Salam
Ayu
Semoga Layya dan Najja makin rajin sholat yaa...aamiiiin..
Salam
Ayu
Cupcakes cushion
Selalu ada cushion di sini...wkwk. KAli ini ada bantal dengan tema "cupcakes". Ini pesenan teman adik saya di Pekanbaru. Temen adik saya itu pengen menghadiahkan bantal ini buat anaknya yang suka cupcakes dan warna pink dan ungu. Finishingnya menggunakan piping. Begini tampilannya...
Cheerrrsss..
Ayu
Cheerrrsss..
Ayu
Dua minggu yang melelahkan..
Alhamdulillah saya sudah melewati dua minggu yang melelahkan tapi mengasyikkan...:D Begitu banyaknya kegiatan, sampai-sampai saya jarang posting di blog..
Jadi.. tanggal 23 sampai dengan 28 Juni, saya jalan-jalan sambil kerja ke Kabupaten Sinjai, Bone, dan Toraja Utara. Minggu depannya, saya dan keluarga pulang ke kampung suami di Klaten, Jawa Tengah, baru balik ke rumah hari Sabtu, 6 Juli kemarin.
Ntar deh..saya bakal posting cerita-cerita saya selama jalan-jalan sambil kerja dan pulang kampung ya..hehe
Salam Capek..
Ayu
Jadi.. tanggal 23 sampai dengan 28 Juni, saya jalan-jalan sambil kerja ke Kabupaten Sinjai, Bone, dan Toraja Utara. Minggu depannya, saya dan keluarga pulang ke kampung suami di Klaten, Jawa Tengah, baru balik ke rumah hari Sabtu, 6 Juli kemarin.
Ntar deh..saya bakal posting cerita-cerita saya selama jalan-jalan sambil kerja dan pulang kampung ya..hehe
Salam Capek..
Ayu
Minggu, 30 Juni 2013
Lebam part 2
Hmm...seminggu saya ga buka blog :D Karena saya harus jalan-jalan sambil kerja selama seminggu...jadi hari ni saya mau lanjutin lagi cerita mengenai lebam-nya Aqsha
Sebelumnya sampai mana yaa..hehe..Oiya, sampai perasaan saya dan suami jadi campur aduk :) Bagaimana enggak, kami kuatir kalau Aqsha mengalami hal yang sama dengan anak-anak yang sedang menunggu giliran periksa, namun kami tetap berharap bukan itu yang terjadi.
Setelah menunggu beberapa lama, tiba giliran kami masuk ke ruang praktik dokter. Dalam ruang praktik yang luas itu ada dua orang dokter yang berpraktik bersamaan dan dua orang pasien dengan orang tua masing-masing. Kami pun dibawa suster ke dokter Fajar. Segera saja kami sampaikan keadaan Aqsha. Setelah memeriksa dan bertanya kepada kami dan Aqsha, menurut dokter itu keadaan Aqsha cukup baik dan tidak ada pembesaran limpa. Katanya kalo kita mau lebih detail lagi apa penyebab lebam-lebam itu, dokter menyarankan untuk melakukan tes darah..saya lupa apa saja yang perlu diperiksa saat itu. Oya, pasien lain yang ada di ruang praktik dan ditangani dokter lainnya, keadaannya lebih parah daripada Aqsha. Anak perempuan kecil itu seperti lemah, dan banyak lebam-lebam besar di sekujur tubuhnya. Yang membuat saya trenyuh, dokter Hermin (nama dokter itu) membelai-belai anak perempuan kecil itu sambil menghibur anak dan orang tuanya. Duuhhh...gimana ga ikut sedih saya, apalagi dokternya sendiri, saya lihat matanya sampai berkaca-kaca menahan airmata.
Keluar dari ruang praktik, kami segera ke laboratorium. Perlu usaha kuat dan tenaga besar membawa Aqsha kesana :D karena dia menolak untuk diambil darahnya karena takut sakit. Akhirnya setelah dijanjikan hadiah mobil-mobilan, baru dia mau di'eksekusi' itu pun dengan cara dipangku sama bapaknya...:P
Beberapa hari kemudian, kami menerima hasil cek darah Aqsha. Kami pun segera menemui dokter Fajar untuk mendapatkan diagnosa...hati dikuat-kuatin deh saat itu, siap sedia mendengar hasil yang paling menakutkan.
Hasil cek darah menunjukkan keping sel darah merah Aqsha berukuran mikro. Menurut dokter itu, ini bisa jadi karena defisiensi zat besi atau kelainan darah lainnya. Dokter berasumsi sebab yang lebih ringan yaitu defisiensi zat besi karena kalo kelainan darah harus melalui pemeriksaan lebih lanjut. Kata dokter mungkin karena Aqsha susah makannya. Waahh....bukannya saya ga mau menerima pernyataan dokter...tapi Aqsha sangat-sangat gampang dalam hal makan..apapun dimakan, sayuran juga ok, yang pasti ga bisa makan pedas. Singkat cerita, dokter meresepkan suplemen yang mengandung zat besi. Kalo lebam-lebamnya masih ada, maka perlu ada cek darah lanjutan.
Sepulang dari rumah sakit saya mulai mengkaji kira-kira apa penyebab kekurangan zat besi yang dialami Aqsha. Saya yakin anak saya kemungkinan tidak mengalami kekurangan zat besi, tapi mungkin saya ada pola makannya yang tidka tepat sehingga mengganggu penyerapan zat besi. Seperti biasa, searching dong di om gugel :D (andalan banget nih..). Saya temukan beberapa artikel terkait kekurangan zat besi pada anak dan penyebabnya. Kesimpulannya adalah: Gangguan penyerapan zat besi disebabkan karena minum susu sapi terlalu banyak!! Taraaaaaa....benar sekali, Aqsha itu minum susu UHT plain...seperti minum air :D Memang dari umur 1 tahun, saya memberinya susu UHT plain karena dari beberapa literatur yang saya baca, susu tersebut lebih baik dari susu bubuk. Tapi saya lupaaa...anak saya terlalu banyak mengkonsumsi susu. Meskipun saya sering baca kalo setelah umur 2 tahun, konsumsi susu sebesarnya cukup 250 ml aja. Sayangnya, selama ini saya kurang mempedulikannya karena meski minum susu dalam jumlah banyak tetap saja Aqsha mau makan. Dan berat badannya pun normal alias tidak obesitas.
Akhirnya saya dan suami sepakat untuk mengurangi jatah susu Aqsha :D Waahhh...awalnya manyun juga dia :P tapi setelah dijelaskan kenapa, Aqsha bisa menerima. Sekarang ini susu UHT cukup diminum sebagai bekal sekolah. Di rumah, susu UHT diganti dengan Milo. Alhamdulillah...lebam-lebamnya tidak muncul lagi.
Cuma ada yang mengganjal di hati saya, kenapa ya kok dokter cuma bilang anak saya kekurangan zat besi karena kurang makan ini itu...tapi tidak menjelaskan penyebab-penyebab lainnya dan hanya memberi suplemen zat besi. Menurut saya, menghindari penyebab itu lebih penting daripada menyelesaikan masalah dengan obat misalnya. Bayangkan kalo anak kita harus minum obat/suplemen yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan oleh tubuhnya. Bukankah hanya akan keluar dari tubuh dengan sia-sia.
Oya, kemarin sebelum saya posting "Lebam part 2" ini, saya bertemu dengan teman ibu saya. Cerita ngalor ngidul sana sini, cucu beliau juga mengalami hal yang sama dengan Aqsha. Kebiasaannya pun sama, terlalu banyak minum susu UHT. Sayangnya orangtua tidak mencari tau penyebab kekurangan zat besi yang dialami anaknya, hanya terus memberikan suplemen zat besi seperti anjuran dokter dan tidak mengurangi jatah susu buat anaknya. Hmm...benar kan kekuatiran saya...ternyata sama aja penyelesaian masalah yang diberikan dokter..hehe
Ok deh, gitu aja dulu sharing saya. Tetap minum susu UHT, tapi jangan kebanyakan yaaa....:D
Salam
Ayu
Sebelumnya sampai mana yaa..hehe..Oiya, sampai perasaan saya dan suami jadi campur aduk :) Bagaimana enggak, kami kuatir kalau Aqsha mengalami hal yang sama dengan anak-anak yang sedang menunggu giliran periksa, namun kami tetap berharap bukan itu yang terjadi.
Setelah menunggu beberapa lama, tiba giliran kami masuk ke ruang praktik dokter. Dalam ruang praktik yang luas itu ada dua orang dokter yang berpraktik bersamaan dan dua orang pasien dengan orang tua masing-masing. Kami pun dibawa suster ke dokter Fajar. Segera saja kami sampaikan keadaan Aqsha. Setelah memeriksa dan bertanya kepada kami dan Aqsha, menurut dokter itu keadaan Aqsha cukup baik dan tidak ada pembesaran limpa. Katanya kalo kita mau lebih detail lagi apa penyebab lebam-lebam itu, dokter menyarankan untuk melakukan tes darah..saya lupa apa saja yang perlu diperiksa saat itu. Oya, pasien lain yang ada di ruang praktik dan ditangani dokter lainnya, keadaannya lebih parah daripada Aqsha. Anak perempuan kecil itu seperti lemah, dan banyak lebam-lebam besar di sekujur tubuhnya. Yang membuat saya trenyuh, dokter Hermin (nama dokter itu) membelai-belai anak perempuan kecil itu sambil menghibur anak dan orang tuanya. Duuhhh...gimana ga ikut sedih saya, apalagi dokternya sendiri, saya lihat matanya sampai berkaca-kaca menahan airmata.
Keluar dari ruang praktik, kami segera ke laboratorium. Perlu usaha kuat dan tenaga besar membawa Aqsha kesana :D karena dia menolak untuk diambil darahnya karena takut sakit. Akhirnya setelah dijanjikan hadiah mobil-mobilan, baru dia mau di'eksekusi' itu pun dengan cara dipangku sama bapaknya...:P
Beberapa hari kemudian, kami menerima hasil cek darah Aqsha. Kami pun segera menemui dokter Fajar untuk mendapatkan diagnosa...hati dikuat-kuatin deh saat itu, siap sedia mendengar hasil yang paling menakutkan.
Hasil cek darah menunjukkan keping sel darah merah Aqsha berukuran mikro. Menurut dokter itu, ini bisa jadi karena defisiensi zat besi atau kelainan darah lainnya. Dokter berasumsi sebab yang lebih ringan yaitu defisiensi zat besi karena kalo kelainan darah harus melalui pemeriksaan lebih lanjut. Kata dokter mungkin karena Aqsha susah makannya. Waahh....bukannya saya ga mau menerima pernyataan dokter...tapi Aqsha sangat-sangat gampang dalam hal makan..apapun dimakan, sayuran juga ok, yang pasti ga bisa makan pedas. Singkat cerita, dokter meresepkan suplemen yang mengandung zat besi. Kalo lebam-lebamnya masih ada, maka perlu ada cek darah lanjutan.
Sepulang dari rumah sakit saya mulai mengkaji kira-kira apa penyebab kekurangan zat besi yang dialami Aqsha. Saya yakin anak saya kemungkinan tidak mengalami kekurangan zat besi, tapi mungkin saya ada pola makannya yang tidka tepat sehingga mengganggu penyerapan zat besi. Seperti biasa, searching dong di om gugel :D (andalan banget nih..). Saya temukan beberapa artikel terkait kekurangan zat besi pada anak dan penyebabnya. Kesimpulannya adalah: Gangguan penyerapan zat besi disebabkan karena minum susu sapi terlalu banyak!! Taraaaaaa....benar sekali, Aqsha itu minum susu UHT plain...seperti minum air :D Memang dari umur 1 tahun, saya memberinya susu UHT plain karena dari beberapa literatur yang saya baca, susu tersebut lebih baik dari susu bubuk. Tapi saya lupaaa...anak saya terlalu banyak mengkonsumsi susu. Meskipun saya sering baca kalo setelah umur 2 tahun, konsumsi susu sebesarnya cukup 250 ml aja. Sayangnya, selama ini saya kurang mempedulikannya karena meski minum susu dalam jumlah banyak tetap saja Aqsha mau makan. Dan berat badannya pun normal alias tidak obesitas.
Akhirnya saya dan suami sepakat untuk mengurangi jatah susu Aqsha :D Waahhh...awalnya manyun juga dia :P tapi setelah dijelaskan kenapa, Aqsha bisa menerima. Sekarang ini susu UHT cukup diminum sebagai bekal sekolah. Di rumah, susu UHT diganti dengan Milo. Alhamdulillah...lebam-lebamnya tidak muncul lagi.
Cuma ada yang mengganjal di hati saya, kenapa ya kok dokter cuma bilang anak saya kekurangan zat besi karena kurang makan ini itu...tapi tidak menjelaskan penyebab-penyebab lainnya dan hanya memberi suplemen zat besi. Menurut saya, menghindari penyebab itu lebih penting daripada menyelesaikan masalah dengan obat misalnya. Bayangkan kalo anak kita harus minum obat/suplemen yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan oleh tubuhnya. Bukankah hanya akan keluar dari tubuh dengan sia-sia.
Oya, kemarin sebelum saya posting "Lebam part 2" ini, saya bertemu dengan teman ibu saya. Cerita ngalor ngidul sana sini, cucu beliau juga mengalami hal yang sama dengan Aqsha. Kebiasaannya pun sama, terlalu banyak minum susu UHT. Sayangnya orangtua tidak mencari tau penyebab kekurangan zat besi yang dialami anaknya, hanya terus memberikan suplemen zat besi seperti anjuran dokter dan tidak mengurangi jatah susu buat anaknya. Hmm...benar kan kekuatiran saya...ternyata sama aja penyelesaian masalah yang diberikan dokter..hehe
Ok deh, gitu aja dulu sharing saya. Tetap minum susu UHT, tapi jangan kebanyakan yaaa....:D
Salam
Ayu
Jumat, 21 Juni 2013
Lebam
Pernah mengalami lebam? Seberapa sering? Penyebabnya tau ga?....(Ih...kok nanya terus :D). Ga ada maksud apa-apa kok? Saya rasa semua orang pasti pernah mengalami lebam atau memar di kulit. Sebagian lebam itu disebabkan karena benturan, lalu terjadi pembekuan darah dibawah kulit, jadi terlihat warna biru kehitaman yang biasa kita sebut lebam atau memar itu. Lalu bagaimana kalo lebam itu bukan karena benturan? Sebagian orang kadang karena terlalu capek, muncul lebam di kulitnya. Tinggal sekarang yang perlu diwaspadai adalah seberapa sering terjadi lebam itu.
Keseringan lebam itulah yang membuat saya kuatir sama kondisi kesehatan anak saya, Aqsha. Sejak dia TK B, saban hari saya temukan lebam di kulitnya. Awalnya masih saya tidak pedulikan. Lama-lama saya curiga juga. Apalagi kalo saya tanya, Aqsha bilang ga kebentur apa-apa. Ditambah lagi, lebam itu muncul di bagian tubuh yang sebenarnya ga mungkin kebentur, misalnya lengan bagian bawah. Saya perhatikan sampai Aqsha kelas 1 SD, lebam-lebam itu masih setia mengunjungi bagian tubuh Aqsha, meskipun tidak pernah ada keluhan mengenai lebam itu.
Searching sana-sini, saya ketemu penyebab lebam itu. Yang paling serem, katanya lebam itu bisa mengindikasikan seseorang terkena leukimia...haahh. Kekuatiran mulai menjangkiti saya. Terlebih lagi, Ibu Mertua saya wafat karena leukimia itu. Setelah berdiskusi dengan suami, kami pun membawa Aqsha ke dokter praktik langganan saya. Maksudnya untuk mendapatkan diagnosa awal. Dokter itu pun menyarankan kami untuk memeriksakan Aqsha ke dokter spesialis anak dengan subspesialis hematologi di RS Harapan Kita, Jakarta.
Kami pun ke rumah sakit dimaksud.KEtika menunggu giliran periksa, beberapa anak yang sedang menunggu juga sama kondisinya seperti Aqsha. Malah lebam-lebam mereka lebih besar. Munculnya pun ada yang di wajah, leher, pokoknya di pelbagai bagian tubuh. Beberapa diantaranya malah udah beberapa kali kunjungan ke dokter hematologi tersebut. Dan beberapa diantara mereka divonis Thalasemia..itu tuh penyakit kelainan darah yang diturunkan/diwariskan, karena adanya kelainan genetik yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam sintesis atau produksi rantai globin. Akibatnya, produksi hemoglobin berkurang, kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari usia sel darah merah normal (<120 hari), sehingga penderita akan mengalami gejala anemia / kurang darah. Bisa bayangkan kan...gimana ga campur aduk perasaan saya.
bersambung....
Keseringan lebam itulah yang membuat saya kuatir sama kondisi kesehatan anak saya, Aqsha. Sejak dia TK B, saban hari saya temukan lebam di kulitnya. Awalnya masih saya tidak pedulikan. Lama-lama saya curiga juga. Apalagi kalo saya tanya, Aqsha bilang ga kebentur apa-apa. Ditambah lagi, lebam itu muncul di bagian tubuh yang sebenarnya ga mungkin kebentur, misalnya lengan bagian bawah. Saya perhatikan sampai Aqsha kelas 1 SD, lebam-lebam itu masih setia mengunjungi bagian tubuh Aqsha, meskipun tidak pernah ada keluhan mengenai lebam itu.
Searching sana-sini, saya ketemu penyebab lebam itu. Yang paling serem, katanya lebam itu bisa mengindikasikan seseorang terkena leukimia...haahh. Kekuatiran mulai menjangkiti saya. Terlebih lagi, Ibu Mertua saya wafat karena leukimia itu. Setelah berdiskusi dengan suami, kami pun membawa Aqsha ke dokter praktik langganan saya. Maksudnya untuk mendapatkan diagnosa awal. Dokter itu pun menyarankan kami untuk memeriksakan Aqsha ke dokter spesialis anak dengan subspesialis hematologi di RS Harapan Kita, Jakarta.
Kami pun ke rumah sakit dimaksud.KEtika menunggu giliran periksa, beberapa anak yang sedang menunggu juga sama kondisinya seperti Aqsha. Malah lebam-lebam mereka lebih besar. Munculnya pun ada yang di wajah, leher, pokoknya di pelbagai bagian tubuh. Beberapa diantaranya malah udah beberapa kali kunjungan ke dokter hematologi tersebut. Dan beberapa diantara mereka divonis Thalasemia..itu tuh penyakit kelainan darah yang diturunkan/diwariskan, karena adanya kelainan genetik yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam sintesis atau produksi rantai globin. Akibatnya, produksi hemoglobin berkurang, kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari usia sel darah merah normal (<120 hari), sehingga penderita akan mengalami gejala anemia / kurang darah. Bisa bayangkan kan...gimana ga campur aduk perasaan saya.
bersambung....
Kamis, 20 Juni 2013
Bantal Couple (lagii..)
Ada bantal couple lagi nih. Ini pesenan temen saya, buat kado nikah juga. Berbeda dengan bantal-bantal sebelumnya, saya tidak memakai binding untuk finishing dua bantal ini, tapi memakai piping :) Ternyata pengerjaannya lebih cepet. Hayoo..ada yang ngerti ga...ada cerita lho..dibalik aplikasi bantal ini ..hehe. Kalo tau, comment di bawah yaaa..tengkyuuu..
Cheerrss...
Ayu
Cheerrss...
Ayu
Langganan:
Postingan (Atom)




